Followers

Rabu, 27 Februari 2013

Biologis Kelinci


Data biologis Kelinci

  • Masa hidup: 5 - 10 tahun
  • Masa bunting : 28-32 hari
  • Masa penyapihan : 6-8 minggu
  • Umur dewasa: >4 bulan
  • Umur dikawinkan: >6 bulan
  • Masa perkawinan setelah beranak (calving interval): 1 minggu setelah anak disapih.
  • Siklus kelamin : dalam setahun bisa 4-5 kali bunting
  • Siklus berahi: Sekitar 2 minggu
  • Periode estrus : 11 - 15 hari
  • Ovulasi: Terjadi pada hari kawin (9 - 13 jam kemudian)
  • Fertilitas: 1 - 2 jam sesudah kawin
  • Jumlah kelahiran: 4- 10 ekor
  • Volume darah: 40 ml/kg berat badan
  • Bobot dewasa: tergantung pada jenis kelinci, jenis kelamin, dan faktor pemeliharaan.




Kelinci di Indonesia
Dari catatan sejarah, kelinci pertama kali dibawa ke tanah Jawa oleh orang-orang dari Belanda pada tahun 1835. Waktu itu, kelinci sudah jadi ternak hias. Di Indonesia, peternakan kelinci dibagi dua yaitu peternakan daging dan hias.
  1. Masa hidup: 5 - 10 tahun
  2. Masa bunting : 28-32 hari
  3. Masa penyapihan : 6-8 minggu
  4. Umur dewasa: >4 bulan
  5. Umur dikawinkan: >6 bulan
  6. Masa perkawinan setelah beranak (calving interval): 1 minggu setelah Anak disapih.
  7. Siklus kelamin : dalam setahun bisa 4-5 kali bunting
  8. Siklus berahi: Sekitar 2 minggu
  9. Periode estrus : 11 - 15 hari
  10. Ovulasi: Terjadi pada hari kawin (9 - 13 jam kemudian)
  11. Fertilitas: 1 - 2 jam sesudah kawin
  12. Jumlah kelahiran: 4- 10 ekor
  13. Volume darah: 40 ml/kg berat badan
  14. Bobot dewasa: tergantung pada jenis kelinci, jenis kelamin, dan faktor pemeliharaan.

Sekilas Kelinci

Kelinci adalah jenis hewan mamalia (menyusui) yang bisa kita temukan di berbagai belahan bumi. Asal kata kelinci berasal dari bahasa Belanda, yaitu konijntje yang berarti "anak kelinci". Kelinci merupakan hewan yang banyak dicari karena hewan ini jinak, lucu dan mudah dalam merawatnya sekaligus juga bisa untuk melepas rasa jenuh kita. Selain itu harga kelinci juga relatif terjangkau berdasarkan jenisnya daripada hewan peliharaan lainnya. Kelinci dapat dijadikan sebagai hewan peliharaan dirumah dan juga dapat dijadkan sebagai bisnis kuliner, karena daging kelinci mempunyai khasiat lebih dibanding dengan daging hewan lainnya.


Daging kelinci memiliki kadar kolesterol yang rendah, sehingga aman untuk para penderita darah tinggi dan sakit jantung. Kemudian untuk menjaga kolesterol tetap rendah, umumnya daging kelinci tidak digoreng (Dengan minyak goreng). Rasa, tekstur, dan warna daging kelinci mirip dengan daging ayam. Tapi daging ayam yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia, berasal dari ayam ras yang aroma dagingnya kurang sedap. Sedangkan kelezatan daging kelinci, lebih mirip dengan daging ayam kampung, tapi lebih empuk.

Kelinci bisa dibedakan atas beberapa jenis, antara lain seperti jenis Angora, Rex, New Zealand/Australia, Dutch, Lop, Flemish Giant, Satin, Himalayan, Polish, English Spot, Lyon dan masih banyak lagi. Namun hanya jenis New Zealand/Australia, Giant dan Rex yang dikategorikan sebagai kelinci pedaging.

Makanan yang paling digemari kelinci adalah sayuran dan pelet, khusus sayuran yang bagus untuk kelinci adalah wortel dan caisim atau sawi hijau. Kelinci lebih aktif di malam hari karena dia termasuk salah satu jenis hewan malam.

Penyakit yang sering dialami kelinci adalah Diare, yang sering kita sebut mencret. Kelinci yang mengalami penyakit ini dapat di sembuhkan dan dapat juga mengalami kematian jika tidak tau cara menanganinya. biasanya penyebab umum kelinci mengalami diare adalah pola makan yang kurang baik, maka dari itu jika tidak tau jangan asal memberi makan kelinci dengan pakan yang sembarangan.


Nah bagi anda yang mempunyai hewan yang menggemaskan ini diperhatikan betul ya jika tidak ingin mati!